MERUPAKAN HOMEBASE BAGI PENYULUH PELAKU UTAMA PELAKU USAHA PERTANIAN

VISI DAN MISI PENYULUHAN

BERTANI LEBIH BAIK BERUSAHA TANI LEBIH MENGUNTUNGKAN HIDUP LEBIH SEJAHTERA MASYARAKAT LEBIH BAIK KELESTARIAN LINGKUNGAN LEBIH TERJAGA

Selasa, 04 Juni 2013

PROGRAMA BPK BELAWANG



MATRIK PROGRAMA PENYULUHAN PERTANIAN
TAHUN 2013

No
Keadaan
Tujuan
Masalah
Sasaran
Kegiatan Penyuluhan
Pihak terkait
Pelaku Utama
Pelaku Usaha
Petugas
Materi
Kegiatan/ Metode
Vol.
Lokasi
Waktu
Sumber biaya
Penanggung jawab
Pelaksana
Wanita tani
Taruna tani
Petani dewasa
L
P
L
P









1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
1
Produktivitas padi 33 kw/Ha
Produksi 14.353,3 ton
Terwujudnya produktivitas 35 kw/Ha
-     Masih kurang tersedianya varietas unggul spesifik lokasi pasang surut produktivitas tinggi yang sesuai dengan keinginan petani dan pasar
-     Sebagian besar petani masih memerlukan modal usaha untuk menunjang kebutuhan pupuk yang berimbang
-     Adanya pengaruh penghasilan dari usahatani lain dan usaha lain diluar pertanian sehingga kegiatan untuk meningkatkan IP padi, kurang diminati petani
-     Adanya serangan OPT padi terutama tikus, tungro, hama putih palsu dan penggerek batang

-    Pemupukan berimbang
-    PHT
-    Penggunaan benih bermutu
-    Pengaturan jarak tanam
-    Pengolahan tanah
-  SL-PTT
-  Sawit Dupa
-  Anjangsana
-  Pertemuan kelompok
25 unit
1 unit
160 unit
160 unit
9 Desa
2 Desa
13 Desa
13 Desa
Jan–Des
- APBN
- APBN
- Swadaya petani
Penyuluh
Petani
Dinas TPH, BKPP
2
Kegiatan pengolahan tanah mengalami kendala
Kegiatan persiapan lahan dilaksanakan sesuai dengan rencana
-   Terbatasnya tenaga kerja saat olah tanah, tanam dan panen
-   Terbatasnya alsintan yang dimiliki petani, terutama hand traktor
-    Penggunaan sabit
-    Handipan (kerja sama kelompok)
Demcara
88 Kali
13 Desa
Mar-Okt
- Swadaya
Penyuluh
Petani
Dinas TPH, BKPP
3
Kegiatan tanam tidak serempak
Kegiatan tanam dapat lebih serempak
-   Kerjasama dan kekompakan anggota kelompok tani sebagian besar masih belum tercipta dengan baik, sehingga kegiatan tanam serempak di MH masih belum bisa terlaksana sesuai dengan target







-     




-  



4
Penanganan pada saat panen dan pasca panen terlambat diatasi
Penanganan panen dan pasca panen tepat waktu
-   Terbatasnya alsintan yang dimiliki petani, terutama power tresher
-   Masih kurangnya dukungan jalan utama dan jalan usahatani







-     




-  



5
Jaringan tata air di persawahan masih sangat kurang baik secara kualitas maupun secara kuantitas
Meningkatkan kualitas dan kuantitas jaringan tata air persawahan
-     Jaringan tata air di persawahan baru 50 % yag terpelihara dengan baik
-     Belum tersedianya sistem TAM dibeberapa lahan usahatani tipe luapan B untuk mendukung kegiatan tanam di MH

-    Dinamika kelompok
-    Jaringan TAM
Kunjungan Kelompok
60
Kel tani
12 Desa
Jan-Des
- APBN
- APBN
- Swadaya petani
Penyuluh, Petugas pengairan
Petani, Kel. Tani
Dinas TPH, Dinas PU
6
Produktivitas jeruk 30 Kg per pohon
Meningkatkan produktivitas jeruk menjadi 35 Kg/phn
-     Pemupukan belum optimal
-     Masih adanya serangan OPT jeruk yakni Diplodia basah dan kering
-     Teknologi yang diterapkan belum sesuai anjuran
-    Pemupukan
-    H/P
-   SL-PTT
-   Kunjungan Kelompok
45 Kel. tani
8 Desa
Jan-Des
- APBD
- Swadaya petani
Penyuluh, POPT
Petani, Kelompok tani
Dinas TPH, BKPP
7
Administrasi kelompok tani belum lengkap
Peningkatan tertib administrasi kelompok
-     Terbatasnya pengetahuan pengurus
-    Pembuatan administrasi kelompok
-   Kursus tani
88 Kel tani
13 Desa
Juni
- APBD
Penyuluh Koordinator PP
Kelompok tani
BKPP
8
20 % kelompok tani memiliki tabungan kelompok dan belum berjalan
50 % kelompok tani memiliki tabungan dan berjalan dengan baik
-     Kerjasama dalam kelompok belum baik
-     Tingkat kepercayaan terhadap pengurus rendah
-    Dinamika kelompok, AD/ART kelompok
-   Pelatihan pengurus kelompok tani
88 Kel tani
13 Desa
Sept
- APBD
Penyuluh Koordinator PP
Kelompok tani
BKPP
9
Kualitas sapi bali hasil penggemukan belum memdai
Peningkatan mutu ternak sapi hasil penggemukan
-     Pengetahuan dan teknologi pemeliharaan masih kurang

-    Teknik pemeliharaan dan penggemukan ternak sapi
-   Anjangsana
-   Kunjungan kelompok
6 kel. tani
2 Desa
Jan-Des
- APBN
- APBN
- Swadaya petani
Penyuluh
Petani
Dinas Peternakan
10
150 Ha lahan produktif untuk hutbun belum dimanfaatkan
Pengembangan tanaman hutbun (karet/panting)
Terbatasnya modal pemilik lahan

-    Pengelolaan tanaman hutbun
-   Sosialisasi
1 Kali
3 Desa
Juli
APBD
Penyuluh, Koord. PP
Petugas perkebunan
Petani
Dinas Hutbun

BUDIDAYA PADI PASANG SURUT



BUDIDAYA PADI SAWAH DI LAHAN PASANG SURUT
Padi sawah dapat dibudidayakan pada lahan pasang surut yang telah menjadi sawah tadah hujan. Teknik budidaya pada lahan pasang surut ini berbeda dengan lahan irigasi, karena keadaan tanah dan lingkungannya berbeda dengan lahan sawah irigasi.
Berdasarkan tipe luapan air, lahan pasang surut dibedakan menjadi tipe A, B, dan C. Lahan yang bertipe A yaitu lahan yang selalu terluapi air baik pada saat pasang besar maupun pasang kecil, Lahan tipe B hanya terluapi air pada saat pasang besar dan lahan tipe C yang tidak terluapii air pasang, namun air tanahnya dangkal.
Penyiapan Lahan.
-Lakukan penebasan rumput/belukar, pengolahan tanah, pelumpuran dan perataan tanah.
-Setelah pengolahan tanah tahap pertama, tanah digenangi dengan ketinggian air 5-10 cm.
-Dua minggu setelah pengolahan tanah tahap pertama, dilakukan pengolahan tanah tahap ke dua (kedalaman pengolahan tanah sekitar 20-25 cm).
Varietas: Beberapa varietas yang dapat berproduksi baik adalah Margasari,ciherang,infara 3
Benih : Gunakan benih bermutu (daya kecambah ≥ 90 % ) dan tidak tercampur dengan jenis padi atau biji tanaman lain
Cara menentukan mutu benih yang dipakai: Rendam 100 butir benih selama 2 jam, letakkan di atas kain basah selama 3-5 hari. Bila benih yang berkecambah ≥ 90 %, maka benih tersebut bermutu tinggi
Persemaian
Persemaian Basah
-Benih direndam 12-24 jam, kemudian diangkat dan dibiarkan berkecambah 1-2 hari
-Persemaian dibuat di lahan yang berair/macak-macak dan tidak terluapi air pada saat pasang (tiap hektar perlu 300-500 m 2 lahan persemaian)
-Lahan persemaian diolah 2 kali (sempurna), bersih dari rumput ,belukar, sisa-sisa tanaman, kayu, batu dan lain sebagainya.
-kemudian tanah diratakan dan diberi pupuk (setiap m 2 persemaiam memerlukan pupuk 10 gr urea+ 10 gr TSP atau 14 gr SP36+ 10 gr KCl).
Persemaian Kering:
-tempat persemaian dibuat guludan
-benih langsung disemai tanpa direndam, kemudian ditaburi dengan tanah halus atau abu sekam
-untuk mencegah serangan hama orong-orong, benih dicampur dengan insekrtisida seperti furadan 3G 1gr/m2 persemaian
-untuk mencegah hama blas benih dicampur dengan fungisida seperti Benlate T 20 WP (Benomil) sebanyak 1 gram /kg benih
Penanaman .
Untuk tipe luapan A dan B, padi sawah dapat ditanam 2 kali /tahun yaitu pada pertengahan Oktober - awal November untuk musim tanam pertama dan pada pertengahan Maret sampai awal April untuk musim tanam ke dua.
Cara Penenaman: Lakukan penanaman dengan jumlah bibit 3 batang per rumpun, jarak tanam 25x25 cm untuk lahan potensial, 20x20 cm untuk lahan sulfat masam dan lahan bergambut.
Penyiangan dan Penyulaman: Penyiangan dilakukan pada umur 3 minggu dan 6 minggu setelah tanam, sedangkan penyulaman dilakukan 1-2 minggu setelah tanam
Pemupukan.
Pupuk disebar rata pada permukaan lahan (dengan kondisi lahan macak-macak), dengan dosis sesuai dengan tipologi lahannya. Untuk menurunkan keasaman tanah terutama pada lahan sulfat masam,2 minggu sebelum tanam perlu diberi kapur 1 ton/ha (dalam keadaan air tanah macak-macak).
Dosis pemupukan pada lahan potensial
-Pada saat tanam dipupuk dengan Urea 50 kg/ha, KCl 100 kg/ha, SP 36 135 ka/ha
-Saat 4 mg setelah tanam: Urea 50 Kg/ha
-Saat 7 mg setelah tanam, Urea 50 kg/ha
Dosis pemupukan pada lahan sulfat masam dan bergambut:
-Pada saat tanam dipupuk dengan Urea 85 kg/ha, KCl 100 kg/ha, SP 36 135 kg/ha
-Saat 4 mg setelah tanam: Urea 85 Kg/ha
-Saat 7 mg setelah tanam, Urea 85 kg/ha
Perlindungan tanaman
Hama yang banyak menyerang pertanaman padi di lahan pasang surut adalah orong-orong, kepinding tanah (lembing batu), walang sangit, wereng coklat, sedangkan penyakit utama adalah blas.
Cara Pengemdalian.
Hama tikus :: memelihara kebersihan lingkungan, pertanaman serempak, pemasangan umpan beracun dengan racun kierat RMB sebanyak 2 kg per hektar, dan diletakkan di beberapa tempat, gropyokan atau pengomposan menggunakan belerang.
Orong-orong: menggenangi lahan dan merendam bibit sebelum tanam dalam larutan pestisida karbofuran (Curater 3 G, Dharmafur atau Furadan 3 G).
Kepinding tanah: menyemprotkan pestisida sebanyak 1-2 liter/ha
Pengemdalian penyakit dilakukan dengan menyemprotkan fungisida Beam atau Fujiwan sebanyak 1-2 kg per ha, menanan varietas yang tahan bias dan tidak menggunakan pupuk N secara berlebihan
Penulis: Zain